Sabtu, 18 Juni 2016

REVIEW PSIKOTERAPI

PSIKOANALISIS
Tokoh: Sigmund Freud
Ø  Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia dan metode psikoterapi yang menekankan pada pengalaman masa lalu serta perasaan-perasaan yang direpres. Terapi ini berkaitan dengan id, ego dan superego. Dalam terapi psikoanalisi terdapat lima teknik terapi antara lain : (1) Asosiasi Bebas. (2) Interpretasi atau Penafsiran, (3) Analisis Mimpi, (4) Analisis Resistensi dan (5) Analisis Transferensi.

Ø  Kelebihan       : Teknik-teknik dalam terapi psikoanalisis dapat mengungkap masalah klien dari akarnya, yaitu dari masa lalu klien.
Ø  Kekurangan   : Waktu yang diperlukan untuk terapi cukup lama, kemampuan terapis juga harus handal agar tercipta hubungan yang kuat antara klien dengan terapis agar klien mampu mengungkapkan masalah-masalahnya hingga masa lalunya.


HUMANISTIK EKSISTENSIAL
Ø  Terapi Eksistensial humanistik berfokus pada kondisi manusia. Terapi-terapi humanistik-eksistensial memusatkan perhatian pada pengalaman-pengalaman sadar. Terapi humanistik-eksistensial juga lebih memusatkan perhatian pada apa yang dialami pasien pada masa-masa sekarang – “disini dan kini” – dan bukan pada masa lampau. 

Ø  Kelebihan       : Klien dapat dengan bebas memilih keputusannya sendiri dan terapi ini lebih memanusiakan manusia.
Ø  Kekurangan   : Teknik terapinya kurang begitu tegas dan ketat.

PERSON CENTERED THERAPY
Tokoh: Carl Rogers
Ø  Terapi berpusat pada klien berfokus pada peran klien, bukan ahli terapi, sebagai proses kunci penyembuhan. Menekankan pentingnya relasi antar pribadi. Fungsi konselor dalam terapi ini adalah hanya sebagai pemdamping atau fasilitator, sehingga klien dapat bertanggung jawab dan dapat mengatasi masalahnya dengan kemampuannya sendiri. Teknik-teknik dalam terapi ini meliputi tiga hal yaitu (1) Empati, (2) Positive Regard (penerimaan) dan (3) Congruence.

Ø  Kelebihan       : Klien diberikan kebebasan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri; karena tugas konselor dapat terapi ini hanya sebagai pendamping atau fasilitator maka konselor dapat berperan sebagai teman klien agar saat menjalani terapi klien merasa lebih nyaman.
Ø  Kekurangan   : Tidak semua konselor mampu bersifat netral dalam sebuah hubungan intrapersonal; terapi ini tidak dapat digunakan untuk penderita psikopatologis yang parah.

LOGOTERAPI
Tokoh: Viktor Frankl
Ø  Terapi ini menekankan pada pentingnya segala sesuatu dalam setiap kehidupan mempunyai makna, dan kehidupan itu adalah suatu tugas yang harus dijalani. Mencari makna dalam hidup inilah prinsip utama teori Frankl yang dinamakan Logoterapi. Logoterapi memiliki tiga konsep dasar, yakni kebebasan berkeinginan, keinginan akan makna, dan makna hidup. Dalam logoterapi ada empat teknik yaitu: (1) Teknik Intensi Paradoksikal (Perlawanan Terhadap Niat), (2) Derefleksi, (3) Bimbingan Rohani dan (4) Existential Analysis.

Ø  Kelebihan       : Dalam terapi ini mengajakan bahwa hidup itu memiliki makna atau maksud serta tujuan yang harus diupayakan untuk dipenuhi oleh setiap manusia. Sehingga klien menjadi tidak mudah putus asa.
Ø  Kekurangan   : Seringkali klien tidak dapat menunujukkan makna hidupnya sendiri sehingga dapat menimbulkan kebosanan yang merupakan wujud dari seseorang yang merasa kehilangan tujuan hidup. Sehingga menyulitkan konselor untuk melakukan terapi ini.

RATIONAL EMOTIVE THERAPY
Tokoh: Albert Ellis
Ø  RET tidak memusatkan perhatian atas peristiwa-peristiwa masa lalu, tetapi lebih kepada peristiwa yang terjadi saat ini dan bagaimana reaksi terhadap peristiwa tersebut. RET juga percaya bahwa setiap manusia mempunyai pilihan, mampu mengontrol ide-idenya, sikap, perasaan dan tindakan-tindakannya serta mampu menyusun kehidupannya menurut kehendak atau pilihannya sendiri. RET didasari asumsi bahwa manusia itu dilahirkan dengan potensi rasional dan juga irrasional. Teknik dalam terapi RET yang meliputi: (1) Teknik Kognitif, (2) Teknik Emotif dan (3) Teknik Perilaku.
Ø  Kelebihan       : Dapat membantu klien keluar dari pemikiran-pemikirannya yang negatif, dimana pemikiran tersebut dapat membuat klien secara terus menerus berada dalam situasi tersebut dan sulit untuk menemukan pemikiran-pemikiran yang positif dan rasional.
Ø  Kekurangan   : Sulitnya menyatukan persepsi antara konselor dan klien, karena perbedaan latar belakang kehidupan. Apa yang menurut klien adalah suatu irrational thinking belum tentu dianggap sama oleh sang konselor, begitupun sebaliknya.
TERAPI PERILAKU (BEHAVIORAL THERAPY)
Tokoh: Pavlov dan B.F Skinner         
Ø  Perilaku manusia adalah hasil respon terhadap lingkungan dengan kontrol yang berbatas dan melalui interaksi ini kemudian berkembang pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Perilaku manusia merupakan hasil dari proses belajar, sehingga dapat dirubah dengan memanipulasi kondisi-kondisi belajar. Dengan demikian, teori konseling behavioral hakekatnya merupakan aplikasi prinsip-prinsip dan teknik belajar secara sistematis dalam usaha menyembuhkan gangguan tingkah laku. Dalam terapi perilaku terdapat tiga teknik terapi yang meliputi: (1) Operant Learning, (2) Unitative Learning atau Social Modeling dan (3) Cognitive Learning.

Ø  Kelebihan       : Dapat menciptakan perilaku-perilaku baru yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran ulang; perilaku-perilaku yang baru tersebut bersifat menetap dan dapat digunakan apabila klien menghadapi situasi yang sama.
Ø  Kekurangan   : Dapat merubah perilaku seseorang tapi tidak dapat merubah perasaan; pelaksanaan terapi harus dibawah kontrol konselor dan dimanipulasi juga oleh konselor.

GROUP THERAPY
Ø  Terapi kelompok adalah terapi psikologi yang dilakukan secara kelompok untuk memberikan stimulasi bagi pasien dengan gangguan interpersonal. Dalam terapi grup terdapat beberapa teknik yaitu (1) Psikodrama, (2)   Analisis Transaksional, (3) Terapi Perilaku Berkelompok, (4) T-Groups/Sensitivity Training Group dan (5) Encounter Groups.

Ø  Kelebihan       : Dapat menyelesaikan permasalahan dengan cara berbagi menceritakan masalahnya masing-masing; Dapat menyelesaikan masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda dari setiap orang dalam kelompok.
Ø  Kekurangan   : Konselor hanya sebagai fasilitator dan tidak dapat mendalami permasalahan kliennya secara mendalam satu per satu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar