PSIKOANALISIS
Tokoh: Sigmund Freud
Ø Psikoanalisis
adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia
dan metode psikoterapi yang menekankan pada pengalaman masa lalu serta
perasaan-perasaan yang direpres. Terapi
ini berkaitan dengan id, ego dan superego. Dalam terapi psikoanalisi terdapat
lima teknik terapi antara lain : (1) Asosiasi Bebas. (2) Interpretasi atau
Penafsiran, (3) Analisis Mimpi, (4) Analisis Resistensi dan (5) Analisis
Transferensi.
Ø Kelebihan : Teknik-teknik
dalam terapi psikoanalisis dapat mengungkap masalah klien dari akarnya, yaitu
dari masa lalu klien.
Ø Kekurangan :
Waktu yang diperlukan untuk terapi cukup lama, kemampuan terapis juga harus
handal agar tercipta hubungan yang kuat antara klien dengan terapis agar klien
mampu mengungkapkan masalah-masalahnya hingga masa lalunya.
HUMANISTIK
EKSISTENSIAL
Ø Terapi
Eksistensial humanistik berfokus pada kondisi manusia. Terapi-terapi
humanistik-eksistensial memusatkan perhatian pada pengalaman-pengalaman sadar.
Terapi humanistik-eksistensial juga lebih memusatkan perhatian pada apa yang
dialami pasien pada masa-masa sekarang – “disini dan kini” – dan bukan pada
masa lampau.
Ø Kelebihan : Klien dapat dengan bebas memilih
keputusannya sendiri dan terapi ini lebih memanusiakan manusia.
Ø Kekurangan : Teknik terapinya kurang begitu tegas dan
ketat.
PERSON CENTERED THERAPY
Tokoh: Carl Rogers
Ø Terapi
berpusat pada klien berfokus pada peran klien, bukan ahli terapi, sebagai
proses kunci penyembuhan. Menekankan pentingnya relasi antar pribadi. Fungsi
konselor dalam terapi ini adalah hanya sebagai pemdamping atau fasilitator,
sehingga klien dapat bertanggung jawab dan dapat mengatasi masalahnya dengan
kemampuannya sendiri. Teknik-teknik dalam terapi ini meliputi tiga hal yaitu
(1) Empati, (2) Positive Regard
(penerimaan) dan (3) Congruence.
Ø Kelebihan : Klien diberikan kebebasan untuk
menyelesaikan masalahnya sendiri; karena tugas konselor dapat terapi ini hanya
sebagai pendamping atau fasilitator maka konselor dapat berperan sebagai teman
klien agar saat menjalani terapi klien merasa lebih nyaman.
Ø Kekurangan : Tidak semua konselor mampu bersifat netral
dalam sebuah hubungan intrapersonal; terapi ini tidak dapat digunakan untuk
penderita psikopatologis yang parah.
LOGOTERAPI
Tokoh: Viktor Frankl
Ø Terapi
ini menekankan pada pentingnya segala sesuatu dalam setiap kehidupan mempunyai
makna, dan kehidupan itu adalah suatu tugas yang harus dijalani. Mencari makna
dalam hidup inilah prinsip utama teori Frankl yang dinamakan Logoterapi.
Logoterapi memiliki tiga konsep dasar, yakni kebebasan berkeinginan,
keinginan akan makna, dan makna hidup. Dalam logoterapi ada empat teknik yaitu: (1) Teknik Intensi Paradoksikal (Perlawanan
Terhadap Niat), (2) Derefleksi, (3) Bimbingan Rohani dan (4) Existential
Analysis.
Ø Kelebihan : Dalam terapi ini mengajakan bahwa hidup
itu memiliki makna atau maksud serta tujuan yang harus diupayakan untuk
dipenuhi oleh setiap manusia. Sehingga klien menjadi tidak mudah putus asa.
Ø Kekurangan : Seringkali klien tidak dapat menunujukkan
makna hidupnya sendiri sehingga dapat menimbulkan kebosanan yang merupakan wujud
dari seseorang yang merasa kehilangan tujuan hidup. Sehingga menyulitkan
konselor untuk melakukan terapi ini.
RATIONAL
EMOTIVE THERAPY
Tokoh: Albert Ellis
Ø RET
tidak memusatkan perhatian atas peristiwa-peristiwa masa lalu, tetapi lebih
kepada peristiwa yang terjadi saat ini dan bagaimana reaksi terhadap peristiwa
tersebut. RET juga percaya bahwa setiap manusia mempunyai pilihan, mampu
mengontrol ide-idenya, sikap, perasaan dan tindakan-tindakannya serta mampu
menyusun kehidupannya menurut kehendak atau pilihannya sendiri. RET didasari
asumsi bahwa manusia itu dilahirkan dengan potensi rasional dan juga
irrasional. Teknik dalam terapi RET yang meliputi: (1) Teknik Kognitif, (2)
Teknik Emotif dan (3) Teknik Perilaku.
Ø Kelebihan : Dapat membantu klien keluar dari pemikiran-pemikirannya
yang negatif, dimana pemikiran tersebut dapat membuat klien secara terus
menerus berada dalam situasi tersebut dan sulit untuk menemukan pemikiran-pemikiran
yang positif dan rasional.
Ø Kekurangan : Sulitnya menyatukan persepsi antara
konselor dan klien, karena perbedaan latar belakang kehidupan. Apa yang menurut
klien adalah suatu irrational thinking
belum tentu dianggap sama oleh sang konselor, begitupun sebaliknya.
TERAPI
PERILAKU (BEHAVIORAL THERAPY)
Tokoh:
Pavlov dan B.F Skinner
Ø Perilaku
manusia adalah hasil respon terhadap lingkungan dengan kontrol yang berbatas
dan melalui interaksi ini kemudian berkembang pola-pola perilaku yang kemudian
membentuk kepribadian. Perilaku manusia merupakan hasil dari proses belajar,
sehingga dapat dirubah dengan memanipulasi kondisi-kondisi belajar. Dengan
demikian, teori konseling behavioral hakekatnya merupakan aplikasi
prinsip-prinsip dan teknik belajar secara sistematis dalam usaha menyembuhkan
gangguan tingkah laku. Dalam terapi perilaku terdapat tiga teknik terapi yang
meliputi: (1) Operant Learning, (2) Unitative Learning atau Social Modeling dan
(3) Cognitive Learning.
Ø Kelebihan : Dapat menciptakan perilaku-perilaku
baru yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran ulang; perilaku-perilaku
yang baru tersebut bersifat menetap dan dapat digunakan apabila klien
menghadapi situasi yang sama.
Ø Kekurangan : Dapat merubah perilaku seseorang tapi tidak
dapat merubah perasaan; pelaksanaan terapi harus dibawah kontrol konselor dan
dimanipulasi juga oleh konselor.
GROUP
THERAPY
Ø Terapi
kelompok adalah terapi psikologi yang dilakukan secara kelompok untuk
memberikan stimulasi bagi pasien dengan gangguan interpersonal. Dalam terapi
grup terdapat beberapa teknik yaitu (1) Psikodrama, (2) Analisis Transaksional, (3)
Terapi Perilaku Berkelompok, (4) T-Groups/Sensitivity Training
Group dan (5) Encounter Groups.
Ø Kelebihan : Dapat
menyelesaikan permasalahan dengan cara berbagi menceritakan masalahnya
masing-masing; Dapat menyelesaikan masalah dari berbagai sudut pandang yang
berbeda dari setiap orang dalam kelompok.
Ø Kekurangan : Konselor
hanya sebagai fasilitator dan tidak dapat mendalami permasalahan kliennya
secara mendalam satu per satu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar