Jumat, 18 Maret 2016

PENGANTAR & TEKNIK PSIKOTERAPI

 PENGANTAR

1. Pengertian Psikoterapi
Jawab  :
Psikoterapi adalah perawatan dan penyembuhan gangguan jiwa dengan cara psikologis. Beberapa pakar psikoterapi beranggapan bahwa perubahan perilaku tergantung pada pemahaman individu atas motif dan konflik yang tidak disadari.
 
2. Tujuan Psikoterapi

Jawab  :
·         Tujuan Psikoterapi dengan Pendekatan Psikodinamik, menurut Ivey, et al (1987): membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
·         Tujuan Psikoterapi dengan Pendekatan Psikoanalisis, menurut Corey (1991): membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.
·         Tujuan Psikoterapi dengan Pendekatan Rogerian, terpusat pada pribadi, menurut Ivey, et al (1987): untuk memberikan jalan terhadap potensi yang dimiliki seseorang menemukan sendiri arahnya secara wajar dan menemukan dirinya sendiri yang nyata atau yang ideal dan mengeksplorasi emosi yang majemuk serta memberi jalan bagi pertumbuhannya yang unik.
·         Tujuan psikoterapi pada pendekatan terpusat pada pribadi, menurut Corey (1991): untuk memberikan suasana aman, bebas, agar klien mengeksplorasi diri dengan enak, sehingga ia bisa mengenai hal-hal yang mencegah pertumbuhannya dan bisa mengalami aspek-aspek pada dirinya yang sebelumnya ditolak atau terhambat.
·         Tujuan psikoterapi dengan pendekatan behavioristik, menurut Ivey, et al (1987): untuk menghilangkan kesalahan dalam belajar dan untuk mengganti dengan pola-pola perilaku yang lebih bisa menyesuaikan.
·         Sehubung dengan terapi behavioristik ini, Ivey, et al (1987) menjelaskan mengenai tujuan pada terapi kognitif-behavioristik, yakni: menghilangkan cara berfikir yang menyalahkan diri sendiri, mengembangkan cara memandang lebih rasional dan toleran terhadap diri sendiri dan orang lain.
·         Corey (1991) merumuskan mengenai kognitif-behavioristik dan sekaligus rasional-emotif terapi dengan: menghilangkan cara memandang dalam kehidupan pasien yang menyalahkan diri sendiri dan membantunya memperoleh pandangan dalam hidup secara rasional dan toleran.
·         Tujuan psikoterapi dengan metode dan teknik Gestalt, dirumuskan oleh Ivey, et al (1987): agar seseorang menyadari mengenai kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah kehidupan seseorang.
·         Corey (1991) merumuskan tujuan terapi Gestalt: membantu klien memperoleh pemahaman mengenai saat-saat dari pengalamannya. Untuk merangsang menerima tanggung jawab dari dorongan yang ada di dunia dalamnya yang bertentangan dengan ketergantungannya terhadap dorongan-dorongan dari dunia luar.


3. Unsur Psikoterapi 

Jawab  :


Masserman (dalam Kurasu, 1984) telah melaporkan tujuh “parameter pengaruh” dasar yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi, yaitu:
·         Peran sosial (“Martabat”) psikoterapis
·         Hubungan (“persekutuan terapeutik”)
·         Hak
·         Retrospeksi
·         Re-edukasi
·         Rehabilitasi
·         Resosialisasi
·         Rekapitulasi


4. Perbedaan antara Psikoterapi dan Konseling
Jawab  :

Menurut Hahn & MacLean (1955) perbedaan Psikoterapi dan Konseling sebagai berikut:
Konseling bertujuan membantu seseorang dalam menghadapi tugas-tugas perkembangan agar bisa berlangsung lancar. Konseling berkaitan dengan rencana jangka panjang yang berhubungan dengan pekerjaan dan pendidikan serta pencegahan terjadinya gangguan dalam kesejahteraan mental. Sedangkan Psikoterapi terlebih dahulu menangani penyimpangan yang rusak dan baru kemudian menangani usaha pencegahannya. Psikoterapi pada intinya berhubungan dengan tujuan penyembuhan.



5. Pendekatan terhadap Mental Illness
Jawab  :  


Ø  Psychoanalysis dan psychodynamic: Berfokus terhadap mengubah masalah prilaku, perasaan dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi di pikiran bawah sadarnya untuk mendapat solusi.
Ø  Behavior therapy:Berfokus dalam hukum pembelajaran. Perilaku seseorang akan dipengaruhi proses pembelajaran seumur hidup tokohnya adalah Ivan Pavlov yang menemukan teknik classical conditioning assosiative learning. Inti dari pendekatan behavior therapy adalah manusia bertindak secara otomatis karena membentuk asossiasi (hubungan sebab-akibat atau aksi-reaksi).
Ø  Cognitive therapy: Cognitive therapy dalah penyebab difungsi pikiran dan menyebabkan difungsi perilaku. Tokohnya Albert Ellis dan Aron Back. Tujuan utama pendekatan kognitif adalah mengubah pola pikir dengan cara mengubah meningkatkan kesadaran dalam pola pikir rasional, metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan kognitif adalah collaborative empiricism, guide discovery.
Ø  Humanistic therapy: Pendekatan humanistic therapy menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap manusia dengan keunikannya bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri. Oleh karena itu dalam terapi humanistik, seorang psikoterapis berperan sebagai fasilitator perubahan saja bukan mengarahkan perubahan.
Ø  Integrative therapy: Apabila seseorang klien mengalami komplikasi gangguan psikologis yang namanya tidak cukup bila ditangani dengan satu metode psikoterapi saja.


 TEKNIK PSIKOANALISIS

1. Konsep Dasar Teori Psikoanalisis

Jawab  :

Konsep dasar Psikoanalisis dari Sigmund Freud terdiri dari 4 konsep, yaitu:
A.    Struktur Kepribadian
Struktur kepribadian terdiri dari tiga sistem yang merupakan komponen biologis yaitu Id, Ego dan Superego.
Ø  Id
Id merupakan sistem kepribadian yang ali yang berisikan naluri-naluri alami. Id merupakan segala sesuatu yang yang secara psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir, termasuk insting-insting. Contoh, rasa ingin makan.
Ø  Ego
Ego merupakan hal yang memiliki kontak langsung dengan dunia realitas (kenyataan). Ego memiliki peran mengendalikan, memerintah dan mengatur. Ego berlaku realistis dan berpikir logis serta merencanakan tindakan yang bertujuan untuk memenuhi kepuasaan akan kebutuhan-kebutuhannya. Contoh, ketika kita lapar cara pemenuhannya adalah dengan makan.
Ø  Superego
Superego merupakan perwujudan internal dari nilai-nilai dan cita-cita tradisional masyarakat. Superego bertindak sebagai penengah diantara kebutuhan dan tingkah laku pemenuhannya. Contoh, lapar → makan → namun ada dosen = tidak sopan.

B.    Kesadaran dan Ketidaksadaran

Pendekatan psikoanalisis dari S. Freud adalah kesadaran dan ketidaksadaran. Menurut Freud kesadaran merupakan bagian terkecil dari keseluruhan jiwa. Sedangkan ketidaksadaran adalah yang menyimpan pengalaman-pengalaman, ingatan-ingatan dan hal-hal yang direpres. Freud mengatakan sebagaian besar fungsi psikologis terletak diluar kesadaran manusia.

C.    Mekanisme Pertahanan Ego
Mekanisme pertahanan merupakan cara yang digunakan individu untuk menekan kecemasan yang dialaminya. Beberapa bentuk mekanisme pertahanan ego yaitu:
Ø  Represi
Merupakan bentuk pertahanan ego dengan menyingkirkan pikiran-pikiran atau ingatan-ingatan yang tidak diinginkan.
Ø  Kompensasi
Yaitu dengan cara menutupi kelemahan dalam dirinya dengan menonjol-nonjolkan sifat lain, lalu dicari kepuasan secara berlebihan dalam bidang lain tersebut.
Ø  Konversi (Convertion)
Merupakan mekanisme konflik emosional yang diekspresikan ke luar.
Ø  Penyangkalan atau Denial
Adalah mekanisme dimana seseorang menghindari kenyataan dan secara sadar menyangkal adanya kenyataan tersebut.
Ø  Pemindahan (Displacement)
Dimana emosi-emosi yang terjadi pada dirinya dilampiaskan ke objek-objek atau orang lain.
Ø  Disosiasi
Merupakan cara untuk memutuskan atau mengubah beban emosi dalam dirinya.
Ø  Fantasi atau Khayalan
Yaitu tindakan melamun atau berkhayal untuk melakukan pelarian dari kenyataan dengan memperoleh kesenangan atau kepuasan yang bersifat khayal atau tidak nyata.
Ø  Identifikasi
Dimana seseorang mempertinggi harga dirinya dengan mempolakan dirinya serupa dengan orang lain (biasanya seorang idola atau figur).
Ø  Introyeksi
Merupakan proses dimana seseorang mengambil emosi ke dalam bentuk egonya sendiri.
Ø  Negativisme
Yaitu proses perlawanan pasif maupun aktif terhadap keharusan terhadap dirinya dengan melakukan hal yang kebalikan dengan seharusnya.
Ø  Proyeksi
Yaitu seseorang yang melindungi dirinya dari tabiat-tabiat, sikap, dan karakternya sendiri, ataupun perasaannya dengan melemparkan atau menyalahkannya ke orang lain.
Ø  Rasionalisasi
Yaitu seseorang yang mencari alasan-alasan yang dibenarkan atau dapat diterima oleh norma maupun orang lain terhadap tindakannya atau pikirannya.
Ø  Pembentukan Reaksi
Merupakan proses dimana mengambil objek ke dalam struktur egonya sendiri agar tidak menuruti keinginannya yang jelek dan diambil sikap yang sebaliknya.
Ø  Regresi
Adalah keadaan seseorang yang kembali ke tingkat awal menjadi kurang matang dan kurang adaptif.
Ø  Sublimasi
Yaitu kehendak-kehendak atau pikiran-pikiran atau tindakan-tindakan asadar yang tidak dapat diterima oleh lingkungan atau masyarakat disalurkan menjadi aktifitas yang memiliki nilai sosial yang tinggi.
Ø  Menghapuskan (Undoing)
Merupakan mekanisme dimana seseorang secara simbolik mengkompensasi tindakan atau pikirannya yang dianggap buruk oleh masyarakat maupun egonya sendiri.
Ø  Simpatisme
Yaitu berusaha untuk mendapatkan simpati dari orang lain dengan cara menceritakan berbagai kesedihan & kesukarannya.


D.    Perkembangan Psikoseksual
Perkembangan psikoseksual menurut Sigmund Freud terdiri dari lima tahap, yaitu:
Ø  Fase Oral
Pada tahap oral, sumber utama bayi interaksi terjadi melalui mulut, sehingga perakaran dan refleks mengisap adalah sangat penting.
Ø  Fase Anal
Pada tahap anal, Freud percaya bahwa fokus utama dari libido adalah pada pengendalian kandung kemih dan buang air besar. Konflik utama pada tahap ini adalah pelatihan toilet – anak harus belajar untuk mengendalikan kebutuhan tubuhnya.
Ø  Fase Phalic
Pada tahap phallic , fokus utama dari libido adalah pada alat kelamin. Pada tahap ini anak harus diperkenalkan perbedaan antara pria dan wanita.
Ø  Fase Latent
Periode laten adalah saat eksplorasi di mana energi seksual tetap ada, tetapi diarahkan ke daerah lain seperti pengejaran intelektual dan interaksi sosial.
Ø  Fase Genital
Pada tahap akhir ini, individu mengembangkan minat seksual yang kuat pada lawan jenis.


2. Unsur-Unsur Terapi Psikoanalisis
Jawab  :

Ø  Muncul Gangguan
Terapis berusaha memunculkan penyebab-penyebab yang menjadi akar permasalahan dari klien, untuk lebih mengenal karakteristik penyebab gangguan tersebut, kemudian terapis memperkuat konidis psikis dari diri klien, shingga apabila klien mengalami gangguan yang serupa diri klien akan lebih siap menghadapi dan mencari solusi dengan cepat.
Ø  Tujuan Terapi
Terfokus kepada upaya penguatan diri klien, agar dikemudian hari apabila klien mengalami problem yang sama maka klien akan lebih siap.
Ø  Peran Terapis
Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melaukukan hubungan personal dalam menangani kecemasan secara realistis, membangun hubungan kerja dengan klien dengan banyak mendengar dan menafsirkan, terapis memebrikan perhatian khusus pada penolakan-penolakan klien, mendengarkan kesenjangan dan pertentangan pada cerita klien.

3. Teknik Terapi Psikoanalisis
Jawab  :

Teknik terapi psikoanalisis dari Sigmund Freud terdiri dar lima teknik, yaitu:
1.      Asosiasi bebas
→ adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman masa lalu & pelepasan emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi-situasi traumatik di masa lalu.
2.      Penafsiran
→ Adalah suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi-asosiasi bebas, mimpi-mimpi, resistensi-resistensi dan transferensi. Bentuknya adalah tindakan analis yang menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna-makna pada asosiasi bebas.
3.      Analisis Mimpi
→ Suatu prosedur yang penting untuk menyingkap bahan-bahan yang tidak disadari dan memberikan kepada klien atas beberapa area masalah yang tak terselesaikan.
4.      Analisis dan Penafsiran Resistensi
→ Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan-alasan yang ada dibalik resistensi sehingga dia bisa menanganinya.
5.      Analisis & Penafsiran Transferensi
→ Adalah teknik utama dalam Psikoanalisis karena mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi.

REFERENSI

Corey, G. (2007). Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. Bandung: Reflika Aditama
Fadhli, Aulia. 2010. Buku pintar kesehatan anak. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Anggrek.
Gunarsa, Singgih D. 1996. Konseling dan psikoterapi. Jakarta : BPK Gunung Mulia.
Hall, C.S., Lindzey, G. (1993). Teori-teori psikodinamik (klinis). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Maulany, R. F. 1994. Buku saku psikiatri. Jakarta: EGC 
Slamet, S & Sumarmo M. (2003). Pengantar psikologi klinis. Jakarta: Universitas Indonesia.  


 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar