I. Komunikasi dalam Manajemen
Ø Pengertian
Komunikasi
Jawab :
Komunikasi berasal dari
bahasa Latin communicatio yang
berarti ‘pemberitahuan’ atau ‘bertukar pikiran’. Komunikasi adalah proses
terjadinya suatu pertukaran pikiran dan pengertian antara komunikator (penyebar
pesan) dan komunikan (penerima pesan).
Komunikasi menurut para
ahli :
a. Menurut
Laswell, komunikasi adalah proses
yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan
efek apa.
b. Menurut
Edwin Emery, komunikasi adalah seni
menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain.
c. Menurut
Delton E, Mc Farland, komunikasi adalah
suatu proses interaksi yang mempunyai arti antar sesama manusia.
Ø Proses
Komunikasi
Jawab :
a. Langkah
pertama, ide atau gagasan diciptakan oleh sumber komunikator.
b. Langkah
kedua, ide yang diciptakan tersebut kemudian dialihbentukan menjadi lambang-lambang
komunikasi yang mempunya makna dan dapat dikirimkan.
c. Langkah
ketiga, pesan yang telah di-encoding
tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saluran/media yang sesuai dengan
karakteristik lambang-lambang komunikasi yang ditujukan kepada komunikan.
d. Langkah
keempat, penerima menafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk
mengartikan maksud pesan tersebut.
e. Langkah
kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di-decoding, khalayak akan mengirimkan kembali pesan tersebut ke
komunikator.
Ø Hambatan
Komunikasi
Jawab :
1.
Bahasa
Misalnya saja, A yang berasal dari Sunda sedang berpergian ke Jogjakarta, dan diundang makan malam di rumah koleganya. Saat makan malam tuan rumah menghidangkan beberapa menu makanan dan menyebutkan satu persatu menunya. Tuan rumah mengatakan “Ini Jangan asem”, “Ini Jangan lodeh” dan beberapa “Jangan”, menu terakhir tuan rumah mengatakan “Ini tahu dan tempe”. Alhasil A yang berasal dari Sunda itu pun hanya makan nasi dengan tempe dan tahu.Faktanya adalah kata “Jangan” dalam Bahasa Jawa berarti “Sayur” dalam Bahasa Indonesia. Karena adanya hambatan bahasa tersebut, A yang berasal dari Sunda itu memaknai kata “jangan” tersebut dengan “jangan dimakan”. Artinya komunikasi antara tuan rumah dan A tidak efektif karena maksud komunikasi tuan rumah dimaknai secara berbeda oleh A.
Misalnya saja, A yang berasal dari Sunda sedang berpergian ke Jogjakarta, dan diundang makan malam di rumah koleganya. Saat makan malam tuan rumah menghidangkan beberapa menu makanan dan menyebutkan satu persatu menunya. Tuan rumah mengatakan “Ini Jangan asem”, “Ini Jangan lodeh” dan beberapa “Jangan”, menu terakhir tuan rumah mengatakan “Ini tahu dan tempe”. Alhasil A yang berasal dari Sunda itu pun hanya makan nasi dengan tempe dan tahu.Faktanya adalah kata “Jangan” dalam Bahasa Jawa berarti “Sayur” dalam Bahasa Indonesia. Karena adanya hambatan bahasa tersebut, A yang berasal dari Sunda itu memaknai kata “jangan” tersebut dengan “jangan dimakan”. Artinya komunikasi antara tuan rumah dan A tidak efektif karena maksud komunikasi tuan rumah dimaknai secara berbeda oleh A.
2.
Lingkungan
Berkomunikasi dilingkungan yang kurang mendukung untuk berkomunikasi dengan baik seperti dekat dengan mesin yang mengeluarkan bunyi bising akan dapat mengganggu proses komunikasi. Kata-kata yang diucapkan oleh pengirim bisa saja tidak diterima secara sempurna, dan pada akhirnya dapat menimbulkan salah memaknai pesan yang dimaksudkan oleh si pengirim.
Berkomunikasi dilingkungan yang kurang mendukung untuk berkomunikasi dengan baik seperti dekat dengan mesin yang mengeluarkan bunyi bising akan dapat mengganggu proses komunikasi. Kata-kata yang diucapkan oleh pengirim bisa saja tidak diterima secara sempurna, dan pada akhirnya dapat menimbulkan salah memaknai pesan yang dimaksudkan oleh si pengirim.
3.
Fisik
Keterbatasan fisik dari si pengirim maupun si penerima dapat menjadi hambatan untuk berkomunikasi secara efektif. Misalnya jika pengirim pesan memiliki keterbatasan fisik untuk berbicara seperti bisu atau sebaliknya penerima pesan memilki keterbatasan fisik untuk mendengar seperti tuli maka hal ini berpotensi menjadi hambatan untuk komunikasi yang efektif.
Keterbatasan fisik dari si pengirim maupun si penerima dapat menjadi hambatan untuk berkomunikasi secara efektif. Misalnya jika pengirim pesan memiliki keterbatasan fisik untuk berbicara seperti bisu atau sebaliknya penerima pesan memilki keterbatasan fisik untuk mendengar seperti tuli maka hal ini berpotensi menjadi hambatan untuk komunikasi yang efektif.
4.
Psikologi
Faktor psikologis dapat menjadi hambatan untuk terciptanya komunikasi yang efektif. Jika si pengirim dan/atau penerima berada dalam keadaan psikologis yang kurang memungkinkan untuk berkomunikasi secara sehat, misalnya dalam keadaan marah, maka hal ini berpotensi menjadi hambatan untuk komunikasi yang efektif.
Faktor psikologis dapat menjadi hambatan untuk terciptanya komunikasi yang efektif. Jika si pengirim dan/atau penerima berada dalam keadaan psikologis yang kurang memungkinkan untuk berkomunikasi secara sehat, misalnya dalam keadaan marah, maka hal ini berpotensi menjadi hambatan untuk komunikasi yang efektif.
Ø Definisi
Komunikasi Interpersonal Efektif dalam Organisasi yang mencakup:
1. Componential
2. Stuational
Jawab:
Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapinya secara langsung pula. Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu componential dan situational.
Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapinya secara langsung pula. Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu componential dan situational.
A.
Componential
Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan
mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan
oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya
dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
B.
Situasional
Interaksi tatap muka antara
dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung
disekitarnya.
Ø Jelaskan
Model Pengolahan Informasi yang mencakup:
1. Rational 3. Expert
2. Limited Capasity 4. Cybernetic
2. Limited Capasity 4. Cybernetic
Jawab :
Model pengolahan informasi dibawah ini ada 4 yaitu:
1. Rational
Pemodelan secara
visual yang memiliki banyak kemampuan
(powerful) untuk pembentukan sistem berorientasi obyek.
2. Limited capacity
Kapasitas pengolahan informasi yang terbatas
kepada tujuan manipulasi sebuah subset informasi yang tersedia
3.
Expert
Keahlian dalam pengolahan informasi yang
tersedia
4. Cybernetic
Teori sistem pengontrol yang didasarkan pada komunikasi (penyampaian
informasi) antara sistem dan lingkungan dan antar sistem, pengontrol (feedback)
dari sistem berfungsi dengan memperhatikan lingkungan.
1. Confidence 4. Epressiveness
2. Immediacy 5. Other Orientation
3. Interaction
Management
Jawab :
Model Interaktif Manajemen adalah suatu cara atau teknik yang digunakan
saat menyajikan informasi secara interaktif. Adapun yang mencakup ke dalam
model interaktif manajemen sebagai berikut:
1. Confidence
Adanya rasa nyaman dalam
organisasi untuk berinteraksi.
2. Immediacy
Adanya kepercayaan yang membuat suatu organisasi
tersebut menjadi segar dan tidak membosankan.
3. Interaction
management
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen
seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang
bersangkutan.
4. Expressiveness
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu
organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
5. Other-orientation
Dalam suatu
manajemen organisasi berorientasi pada pegawai.
REFERENSI:
Suprapto, T. (2009). Pengantar teori dan manajemen komunikasi. Yogyakarta: Media Pressindo
http://www.ubm.ac.id/faktor-hambatan-barriers-dalam-komunikasi-yang-efektif/
Hardjana, A.M. (2003). Komunikasi intrapersonal dan interpersonal. Yogyakarta: Kanisius
Suranto. (2011). Komunikasi interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu, Edisi Pertama.
Effendy, O.U. (1996). Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Mandar Maju.
http://windaspratiwi.blogspot.co.id/2014_01_01_archive.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar