Selasa, 29 Desember 2015

KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN



       I.       Komunikasi dalam Manajemen
Ø  Pengertian Komunikasi
Jawab  :
Komunikasi berasal dari bahasa Latin communicatio yang berarti ‘pemberitahuan’ atau ‘bertukar pikiran’. Komunikasi adalah proses terjadinya suatu pertukaran pikiran dan pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan (penerima pesan).
Komunikasi menurut para ahli :
a.  Menurut Laswell, komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa  mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa.
b.      Menurut Edwin Emery, komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan  sikap seseorang kepada orang lain.
c.       Menurut Delton E, Mc Farland, komunikasi adalah suatu proses interaksi yang     mempunyai arti antar sesama manusia.


Ø  Proses Komunikasi 
Jawab  :

a.       Langkah pertama, ide atau gagasan diciptakan oleh sumber komunikator.
b.   Langkah kedua, ide yang diciptakan tersebut kemudian dialihbentukan menjadi lambang-lambang komunikasi yang mempunya makna dan dapat dikirimkan.
c.     Langkah ketiga, pesan yang telah di-encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saluran/media yang sesuai dengan karakteristik lambang-lambang komunikasi yang ditujukan kepada komunikan.
d.      Langkah keempat, penerima menafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk mengartikan maksud pesan tersebut.
e.       Langkah kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di-decoding, khalayak akan mengirimkan kembali pesan tersebut ke komunikator.


Ø  Hambatan Komunikasi
Jawab  :
1.      Bahasa
Misalnya saja, A yang berasal dari Sunda sedang berpergian ke Jogjakarta, dan diundang makan malam di rumah koleganya. Saat makan malam tuan rumah menghidangkan beberapa menu makanan dan menyebutkan satu persatu menunya. Tuan rumah mengatakan “Ini Jangan asem”, “Ini Jangan lodeh” dan beberapa “Jangan”, menu terakhir tuan rumah mengatakan “Ini tahu dan tempe”. Alhasil  A yang berasal dari Sunda itu pun hanya makan nasi dengan tempe dan tahu.Faktanya adalah kata “Jangan” dalam Bahasa Jawa berarti “Sayur” dalam Bahasa Indonesia. Karena adanya hambatan bahasa tersebut, A yang berasal dari Sunda itu memaknai kata “jangan” tersebut dengan “jangan dimakan”.  Artinya komunikasi antara tuan rumah dan A tidak efektif karena maksud komunikasi tuan rumah dimaknai secara berbeda oleh A.
2.      Lingkungan
Berkomunikasi dilingkungan yang kurang mendukung untuk berkomunikasi dengan baik seperti dekat dengan mesin yang mengeluarkan bunyi bising akan dapat mengganggu proses komunikasi. Kata-kata yang diucapkan oleh pengirim bisa saja tidak diterima secara sempurna, dan pada akhirnya dapat menimbulkan salah memaknai pesan yang dimaksudkan oleh si pengirim.
3.      Fisik
Keterbatasan fisik dari si pengirim maupun si penerima dapat menjadi hambatan untuk berkomunikasi secara efektif. Misalnya jika pengirim pesan memiliki keterbatasan fisik untuk berbicara seperti bisu atau sebaliknya penerima pesan memilki keterbatasan fisik untuk mendengar seperti tuli maka hal ini berpotensi menjadi hambatan untuk komunikasi yang efektif.
4.      Psikologi
Faktor psikologis dapat menjadi hambatan untuk terciptanya komunikasi yang efektif. Jika si pengirim dan/atau penerima berada dalam keadaan psikologis yang kurang memungkinkan untuk berkomunikasi secara sehat, misalnya dalam keadaan marah, maka hal ini berpotensi menjadi hambatan untuk komunikasi yang efektif.
 
Ø  Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif dalam Organisasi yang mencakup:
1.      Componential
2.      Stuational
Jawab:
Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapinya secara langsung pula. Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu componential dan situational.
A.    Componential
Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
B.     Situasional
Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung disekitarnya.

Ø  Jelaskan Model Pengolahan Informasi yang mencakup: 
1. Rational                   3. Expert 
 2. Limited Capasity    4. Cybernetic
Jawab  :
Model pengolahan informasi dibawah ini ada 4 yaitu:

1. Rational
Pemodelan secara visual  yang memiliki banyak kemampuan (powerful) untuk pembentukan sistem berorientasi obyek.
2. Limited capacity
Kapasitas pengolahan informasi yang terbatas kepada tujuan manipulasi sebuah subset informasi yang tersedia
3.    Expert
Keahlian dalam pengolahan informasi yang tersedia
4. Cybernetic
Teori sistem pengontrol yang didasarkan pada komunikasi (penyampaian informasi) antara sistem dan lingkungan dan antar sistem, pengontrol (feedback) dari sistem berfungsi dengan memperhatikan lingkungan.

Ø  Jelaskan Model Interaktif Manajemen yang mencakup: 
1. Confidence                         4. Epressiveness 
2. Immediacy                          5. Other Orientation 
3. Interaction Management 
Jawab  : 
Model Interaktif Manajemen adalah suatu cara atau teknik yang digunakan saat menyajikan informasi secara interaktif. Adapun yang mencakup ke dalam model interaktif manajemen sebagai berikut: 
1.  Confidence 
Adanya rasa nyaman dalam organisasi untuk berinteraksi. 
2. Immediacy 
Adanya kepercayaan yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan. 
3. Interaction management  
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan. 
4.  Expressiveness 
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku. 
5. Other-orientation 
Dalam suatu manajemen organisasi berorientasi pada pegawai.  

REFERENSI:
Suprapto, T. (2009). Pengantar teori dan manajemen komunikasi. Yogyakarta: Media Pressindo  
http://www.ubm.ac.id/faktor-hambatan-barriers-dalam-komunikasi-yang-efektif/  
Hardjana, A.M. (2003). Komunikasi intrapersonal dan interpersonal. Yogyakarta: Kanisius  
Suranto. (2011). Komunikasi interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu, Edisi Pertama.  

Effendy, O.U. (1996). Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Mandar Maju.
http://windaspratiwi.blogspot.co.id/2014_01_01_archive.html  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar