Selasa, 29 Desember 2015

REVIEW JURNAL PSIKOLOGI MANAJEMEN



Title                                        : Organizational Commitment Viewed from Manager’s
  Transformational Leadership Style
Volume and Number              : Vol. 11 No. 2
Year                                        : 2014
Author                                    : Fatwa Tentama
Reviewer                                : Dila Dwisera (12513458)

PENDAHULUAN
Sumber daya manusia yang paling berharga dan aset penting yang dimiliki oleh perusahaan yang mereka menggunakan dan pemeliharaan di perusahaan adalah kunci keberhasilan untuk mencapai tujuannya. Besar komitmen untuk perusahaan akan membawa ke kondisi menguntungkan, karena karyawan akan bekerja lebih efektif dan berpartisipasi untuk mempertahankan perusahaan dari kondisi buruk. Steers and Porter (1990) menyatakan bahwa karyawan yang memiliki komitmen yang rendah akan menghambat pencapaian tujuan organisasi seperti karyawan akan cenderung peduli dengan kepentingan mereka sendiri daripada orang-orang dari perusahaan. Mathieu dan Zajac (1990) menambahkan bahwa karyawan dengan komitmen yang tinggi akan membawa dampak positif bagi perusahaan seperti meningkatkan produktivitas, kualitas kerja, kepuasan kerja, dan penurunan keterlambatan kehadiran ke kantor dan keterlambatan penerimaan omset.
Untuk mampu mencapai tujuan, manajer atau pemimpin perusahaan dituntut untuk dapat memberikan kepemimpinan yang baik yang mungkin akan dapat mempengaruhi komitmen karyawan sehingga karyawan bersedia bekerja pada tinggi tingkat usaha untuk kepentingan perusahaan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi salah satunya adalah gaya kepemimpinan transformasional. Gaya kepemimpinan dalam perusahaan akan membawa perubahan yang konstruktif melalui peningkatan visi masa depan yang sesuai. Bass (1985) memiliki mengembangkan teori kepemimpinan berdasarkan 2 (dua) konsep utama kepemimpinan, yaitu kepempinan transaksional dan kepemimpinan transformasional. Di era ini, gaya kepemimpinan transformasional diharapkan menjadi salah satu karena gaya kepemimpinan ini mungkin memotivasi para pengikutnya dengan membuat staf lebih menyadari pentingnya hasil kerja dan mendorong mereka untuk lebih peduli dengan organisasi dari dengan kepentingan mereka sendiri.
            Berdasarkan pengalaman, gaya kepemimpinan transformasional terbukti efektif digunakan dalam tugas berkelompok, sebagai lawan kepemimpinan transaksional yang efektif dalam pelaksanaan tugas individu. Bass (dalam Yukl, 2009) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang dapat memotivasi pengikut mereka dengan tiga cara: a). untuk membuat mereka lebih sadar akan pentingnya hasil kerja, b). untuk mendorong mereka untuk lebih peduli dengan organisasi atau tim daripada kepentingan pribadi. dan c). untuk mengaktifkan kebutuhan mereka pada tingkat yang lebih tinggi. Gaya kepemimpinan transformasional dapat dirumuskan dalam empat aspek, menurut Bass (1985, 1990), yaitu karisma, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan individual pertimbangan

METODE     
Subyek penelitian ini adalah 40 karyawan Batik Perusahaan "Nyonya Indo". Subyek yang digunakan dalam penelitian harus memenuhi persyaratan, yaitu: 1). Pria dan wanita, 2). Pegawai tetap, 3). Telah bekerja di setidaknya selama satu tahun.
Data yang diperoleh menggunakan metode mengumpulkan data; skala. Gaya kepemimpinan transformasional diukur oleh skala gaya yang mengacu pada aspek gaya kepemimpinan transformasional berdasarkan pada Bass (1985, 1990), seperti karisma, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individu. Organisatoris Komitmen diukur dengan organisasi skala komitmen yang mengacu pada aspek-aspek dari komitmen organisasi oleh Allen dan Meyer (1990), yang komitmen afektif, komitmen berkelanjutan, dan komitmen berdasarkan norma. 

HASIL DAN PEMBAHASAN      
Hipotesis yang mengatakan bahwa ada hubungan positif antara manajer dengan gaya kepemimpinan transformasional dan karyawan komitmen organisasi di perusahaan Batik "Nyonya Indo" disajikan oleh koefisien korelasi 0,297. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara manajer gaya kepemimpinan transformasional dan komitmen organisasi. Kemungkinan kesalahan (p) adalah 0,031 (p <0,05), yang berarti bahwa korelasi antara gaya kepemimpinan transformasional dan komitmen organisasi adalah signifikan. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan transformational dan komitmen organisasi karyawan di Batik Perusahaan "Nyonya Indo".
Semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional yang dijalankan, maka komitmen organisasi karyawan akan lebih tinggi. Yang sebaliknya, semakin rendah gaya kepemimpinan transformasional yang dijalankan oleh pemimpin, semakin rendah organisasi
komitmen karyawan. Temuan dalam penelitian ini juga support penelitian sebelumnya, bahwa transformasional gaya kepemimpinan mampu memenangkan komitmen karyawan (Danim, 2004). Sehubungan dengan itu, Bass (1998) mengatakan bahwa komitmen karyawan akan lebih tinggi jika para pemimpin lebih transformasional. Hal ini sejalan dengan Bass (Howell dan Avolio, 1993) bahwa kepemimpinan transformasional dapat membuat karyawan melakukan lebih dari yang diharapkan, sebagai akibat dari pengaruh kepemimpinan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL                       
  • Kelebihan Jurnal
Ø   Dalam jurnal tersebut memaparkan penjelasan dari banyak tokoh.
Ø   Dalam jurnal tersebut variabel yang digunakan dipaparkan secara rinci.
Ø   Dalam jurnal tersebut memaparkan hasil dari penelitian sebelumnya untuk menguatkan hasil dari penelitiannya tersebut.
Ø   Dalam jurnal metode yang digunakan sangat jelas dipaparkan oleh penulis..
  • Kekurangan Jurnal
Ø   Kurangnya contoh kasus yang memaparkan keberhasilan dari gaya kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasi karyawan.

KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN



       I.       Komunikasi dalam Manajemen
Ø  Pengertian Komunikasi
Jawab  :
Komunikasi berasal dari bahasa Latin communicatio yang berarti ‘pemberitahuan’ atau ‘bertukar pikiran’. Komunikasi adalah proses terjadinya suatu pertukaran pikiran dan pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikan (penerima pesan).
Komunikasi menurut para ahli :
a.  Menurut Laswell, komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa  mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa.
b.      Menurut Edwin Emery, komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan  sikap seseorang kepada orang lain.
c.       Menurut Delton E, Mc Farland, komunikasi adalah suatu proses interaksi yang     mempunyai arti antar sesama manusia.


Ø  Proses Komunikasi 
Jawab  :

a.       Langkah pertama, ide atau gagasan diciptakan oleh sumber komunikator.
b.   Langkah kedua, ide yang diciptakan tersebut kemudian dialihbentukan menjadi lambang-lambang komunikasi yang mempunya makna dan dapat dikirimkan.
c.     Langkah ketiga, pesan yang telah di-encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saluran/media yang sesuai dengan karakteristik lambang-lambang komunikasi yang ditujukan kepada komunikan.
d.      Langkah keempat, penerima menafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk mengartikan maksud pesan tersebut.
e.       Langkah kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di-decoding, khalayak akan mengirimkan kembali pesan tersebut ke komunikator.


Ø  Hambatan Komunikasi
Jawab  :
1.      Bahasa
Misalnya saja, A yang berasal dari Sunda sedang berpergian ke Jogjakarta, dan diundang makan malam di rumah koleganya. Saat makan malam tuan rumah menghidangkan beberapa menu makanan dan menyebutkan satu persatu menunya. Tuan rumah mengatakan “Ini Jangan asem”, “Ini Jangan lodeh” dan beberapa “Jangan”, menu terakhir tuan rumah mengatakan “Ini tahu dan tempe”. Alhasil  A yang berasal dari Sunda itu pun hanya makan nasi dengan tempe dan tahu.Faktanya adalah kata “Jangan” dalam Bahasa Jawa berarti “Sayur” dalam Bahasa Indonesia. Karena adanya hambatan bahasa tersebut, A yang berasal dari Sunda itu memaknai kata “jangan” tersebut dengan “jangan dimakan”.  Artinya komunikasi antara tuan rumah dan A tidak efektif karena maksud komunikasi tuan rumah dimaknai secara berbeda oleh A.
2.      Lingkungan
Berkomunikasi dilingkungan yang kurang mendukung untuk berkomunikasi dengan baik seperti dekat dengan mesin yang mengeluarkan bunyi bising akan dapat mengganggu proses komunikasi. Kata-kata yang diucapkan oleh pengirim bisa saja tidak diterima secara sempurna, dan pada akhirnya dapat menimbulkan salah memaknai pesan yang dimaksudkan oleh si pengirim.
3.      Fisik
Keterbatasan fisik dari si pengirim maupun si penerima dapat menjadi hambatan untuk berkomunikasi secara efektif. Misalnya jika pengirim pesan memiliki keterbatasan fisik untuk berbicara seperti bisu atau sebaliknya penerima pesan memilki keterbatasan fisik untuk mendengar seperti tuli maka hal ini berpotensi menjadi hambatan untuk komunikasi yang efektif.
4.      Psikologi
Faktor psikologis dapat menjadi hambatan untuk terciptanya komunikasi yang efektif. Jika si pengirim dan/atau penerima berada dalam keadaan psikologis yang kurang memungkinkan untuk berkomunikasi secara sehat, misalnya dalam keadaan marah, maka hal ini berpotensi menjadi hambatan untuk komunikasi yang efektif.
 
Ø  Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif dalam Organisasi yang mencakup:
1.      Componential
2.      Stuational
Jawab:
Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapinya secara langsung pula. Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu componential dan situational.
A.    Componential
Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
B.     Situasional
Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung disekitarnya.

Ø  Jelaskan Model Pengolahan Informasi yang mencakup: 
1. Rational                   3. Expert 
 2. Limited Capasity    4. Cybernetic
Jawab  :
Model pengolahan informasi dibawah ini ada 4 yaitu:

1. Rational
Pemodelan secara visual  yang memiliki banyak kemampuan (powerful) untuk pembentukan sistem berorientasi obyek.
2. Limited capacity
Kapasitas pengolahan informasi yang terbatas kepada tujuan manipulasi sebuah subset informasi yang tersedia
3.    Expert
Keahlian dalam pengolahan informasi yang tersedia
4. Cybernetic
Teori sistem pengontrol yang didasarkan pada komunikasi (penyampaian informasi) antara sistem dan lingkungan dan antar sistem, pengontrol (feedback) dari sistem berfungsi dengan memperhatikan lingkungan.

Ø  Jelaskan Model Interaktif Manajemen yang mencakup: 
1. Confidence                         4. Epressiveness 
2. Immediacy                          5. Other Orientation 
3. Interaction Management 
Jawab  : 
Model Interaktif Manajemen adalah suatu cara atau teknik yang digunakan saat menyajikan informasi secara interaktif. Adapun yang mencakup ke dalam model interaktif manajemen sebagai berikut: 
1.  Confidence 
Adanya rasa nyaman dalam organisasi untuk berinteraksi. 
2. Immediacy 
Adanya kepercayaan yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan. 
3. Interaction management  
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan. 
4.  Expressiveness 
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku. 
5. Other-orientation 
Dalam suatu manajemen organisasi berorientasi pada pegawai.  

REFERENSI:
Suprapto, T. (2009). Pengantar teori dan manajemen komunikasi. Yogyakarta: Media Pressindo  
http://www.ubm.ac.id/faktor-hambatan-barriers-dalam-komunikasi-yang-efektif/  
Hardjana, A.M. (2003). Komunikasi intrapersonal dan interpersonal. Yogyakarta: Kanisius  
Suranto. (2011). Komunikasi interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu, Edisi Pertama.  

Effendy, O.U. (1996). Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Mandar Maju.
http://windaspratiwi.blogspot.co.id/2014_01_01_archive.html