Selasa, 29 September 2015

MANAJEMEN, KEPEMIMPINAN DAN PERENCANAAN ORGANISASI

1.      Apa itu manajemen (min. 3 tokoh)
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Menurut para tokoh    :
·         Drs. Oey Liang Lee
Manajemen adalah ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari manusia untuk menentukan capaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan. manajemen adalah ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari manusia untuk menentukan capaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.
·         R. Terry
Manajemen adalah suatu proses khas terdiri tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai target yang sudah ditetapkan lewat pemanfaatan sumberdaya manusia dan lainnya.
·         Lawrence A. Appley
manajemen adalah suatu seni untuk mencapai tujuan tertentu lewat usaha yang dilakukan oleh orang lain.
·         Horold Koont dan Cyril O’Donnel
Manajemen adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan lewat kegiatan orang lain.
·         Wilson Bangun
Manajemen menurut Wilson Bangun adalah suatu rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh para anggota organisasi agar tujuan dapat tercapai dengan rangkaian yang teratur dan tersusun baik.

2.      Apa itu Kepemimpinan?
Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan.
Menurut para tokoh    :
·        Young (dalam Kartono, 2003), Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
·         Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003), Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
·         William G. Scott (1962), Kepemimpinan ialah proses mempengaruhi aktifitas yang diorganisir dalam suatu kelompok dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

3.      Pengertian dari perencanaan (planning)?
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Menurut para tokoh    :
·         Kaufman (1972)
Perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai.
·         Pramuji Atmosudirdjo
Perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, siapa yang melakukan, bilamana, dimana, dan bagaimana melakukannya.
·         SP. Siagiaan
Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang menyangkut hal-hal yang akan dikerjakan di masa datang dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
·         Douglas
Perencanaan adalah suatu proses kontinu dari pengkajian, membuat tujuan dan sasaran, dan mengimplementasikan serta mengevaluasi atau mengontrolnya.
·         Alexander
Perencanaan adalah memutuskan seberapa luas akan dilakukakan, bagaimana melakukannya, kapan melakukannya, dan siapa yang melakukannya.
4.      Jelaskan langkah-langkah dalam menyusun perencanaan (planning)
·         Merumuskan Misi dan Visi
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan, sasaran-sasaran, kebijakan-kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.
·         Memahami Keadaan Saat ini
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.
·         Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan
Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.
·         Mengembangkan rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan



5.      Jelaskan manfaat perencanaan (planning)
·         Dipakai sebagai alat pengawasan daan pengendalian kegiatan sehari-hari perusahaan. Perencanaan yang telah disusun dengan baik akan memudahkan para pelaksana untuk mengetahui apakah tindakan mereka menyimpang atau sesuai dengan rencana.
·         Dengan adanya perencanaan yang disusun (tentunya sebelum suatu kegiatan dilakukan) dengan cermat dapatlah dipilih dan ditetapkan kegiatan-kegiatan mana yang diperlukan dan mana yang tidak.
·         Dengan adanya rencana, segala kegiatan dapat dilakukan secara tertib dan teratur sesuai dengan tahap-tahap yang semestinya.
6.      Jelaskan jenis perencanaan (planning) dalam organisasi
·         Dari segi kegunaannya, suatu rencana dapat dibedakan menjadi:
a.       Single use plan, yaitu suatu rencana yang hanya dipakai sekali saja. Jadi apabila tujuan yang diinginkan telah tercapai, kemudian rencana dibubarkan atau tidak dipergunakan.
b.      Standing plan, yaitu suatu rencana yang dapat dipakai berulang kali.
·         Dari segi bentuknya, suatu rencana dapat dibedakan menjadi:
a.       Rencana fisik, adalah rencana yang memuat secara garis besar dari pada suatu kebijaksanaan.
b.      Rencana kerja, yaitu suatu rencana yang memuat deskipsi secara detail dari suatu kebijaksanaan. Rencana ini biasanya dibuat mengikuti rencana pisik, dengan tujuan untuk memberi penjelasan secara terperinci dari rencana pisik. Karena tujuan dan sifatnya itulah untuk rencana jenis ini lazim disebut pula dengan "detail plan".
·         Dari segi jangka waktu pelaksanaannya, rencana dapat dibedakan menjadi:
a.       Rencana jangka pendek, yaitu rencana yang jangka waktu pelaksanaannya maksimum 5 tahun.
b.      Rencana jangka menengah, adalah rencana yang jangka waktu pelaksanaannya antara 5-15 tahun.
c.       Rencana jangka panjang, yaitu rencana yang jangka waktu pelaksanaannya di atas 15 tahun.
·         Dari segi sudut kawasan atau wilayah pelaksanaannya, suatu rencana dapat dibagi menjadi:
a.       Rural plan, yaitu rencana untuk sesuatu desa.
b.      City plan, yaitu rencana untuk sesuatu kota.
c.       Regional plan, adalah rencana untuk sesuatu daerah.
d.      National  plan, adalah  rencana  untuk  tingkat  nasional (negara). 

7.      Buatlah perencanaan dalam sebuah organisasi
Organisasi Bina Keluarga Remaja (BKR) di lingkungan Taman Wisma Asri mempunyai perencanaan untuk membina para Keluarga agar memiliki kualitas kesejahteraan dan ketahanan fisik/non fisik yang seimbang dalam menghadapi perubahan dan tuntutan di masa depan.
Hal-hal yang ingin dicapai      :
·         Meningkatkan pengetahuan anggota keluarga terhadap kelangsungan perkembang anak dan remaja.
·         Menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang antara orang tua dengan anak dan remajanya.
·         Menjadi sarana terciptanya hubungan yang sesuai dan harmonis antara orang tua dengan anak dan remajanya.

Dengan keadaan seperti saat ini para Kader BKR dituntut harus mengetahui secara langsung permasalahan-permasalahan seperti apa yang terjadi di lingkungan masyarakatnya. Oleh sebab itu observasi dan analisis diperlukan untuk mengetahui permasalahan dilingkungannya.
Hal-hal yang harus dilakukan :
·         Melakukan penyuluhan terhadap orang tua, anak dan remaja.
·         Memilih waktu yang tepat untuk melakukan observasi masalah dilingkungan.
·         Melakukan pertemuan informal dengan keluarga di lingkungan tersebut.

Tujuan tersebut akan direalisasikan dengan cara        :
·         Mengadakan penyuluhan yang bersifat edukatif dengan menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti oleh para anggota keluarga.
·         Mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan kedua orang tua, anak dan remajanya agar dapat tercipta kekompakan serta rasa kasih sayang dalam keluarga tersebut.
·         Mengadakan pertemuan dengan para ibu, ayah maupun anak dan remajanya dengan jadwal yang terpisah agar setiap anggota keluarga dapat bebas mencurahkan isi hatinya.

REFERENSI  :

Supar,M. 2007. Ekonomi 3. Jakarta: Yudhistira Quadra.
Dr. Hery Sawiji, M.Pd. (Dosen S1 Pendidikan Ekonomi dan S2 Pendidikan Ekonomi FKIP UNS).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar