Sabtu, 21 November 2015

PSIKOLOGI MANAJEMEN



A. Mengendalikan Fungsi Manajemen
     1. Pengertian controlling/ mengendalikan
         Jawab :
Pengendalian (controlling) adalah fungsi pengevaluasian kinerja suatu organisasi untuk menentukan apakah ia telah mencapai tujuannya. Tujuan dasar pengontrolan adalah menilai tingkat keberhasilan fungsi perencanaan. Pengendalian juga memberikan umpan balik untuk putaran-putaran perencanaan di masa yang akan datang.
            Empat langkah dasar dalam pengontrolan adalah menentukan standar kinerja, memonitor kinerja aktual, membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan dan mengambil tindakan-tindakan jika dibutuhkan.

      2.  Jelaskan langkah-langkah kontrol
           Jawab:
           Langkah-langah dalam proses pengendalian (kontrol) adalah
1)      Menentapkan standar dan metode
Langkah ini untuk mengukur prestasi, misalnya berapa target produksi dan penjualan yang ingin dicapai.
2)      Mengukur prestasi kerja
Langkah ini merupakan proses yang berkesinambungan serta berulang-ulang dan frekuensinya tergantung pada jenis aktivitasnya. Pengukuran prestasi kerja ini sedapat mungkin dilakukan dengan segera agar tindak lanjut bisa segera pula dilakukan.
3)      Menentukan apakah prestasi kerja memenuhi standar
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kedua langkah sebelumnya, yaitu membandingkan antara langkah pertama dan kedua.
4)      Mengambil tindakan koreksi
                        Tindakan koreksi diperlukan apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan, misalnya mengadakan beberapa perubahan terhadap aktivitas organisasi atau standar kerja yang sudah ada.


         3. Jelaskan tipe-tipe kontrol dalam manajemen
             Jawab:
1)      Pengendalian dari dalam organisasi (kontrol internal)
Adalah pengendalian yang dilakukan oleh oleh aparat/unit pengendalian yang dibentuk dari dalam organisasi itu sendiri (dalam satu atap). Aparat/unit pengendalian ini bertugas mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan oleh pimpinan untuk melihat dan menilai kemajuan atau kemunduran dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu pimpinan dapat mengambil suatu tindakan korektif terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya (internal control), misalnya unit kerja Inspektorat Jenderal sebagai unit pengawasan di tingkat departemen.

2)      Pengendalian luar organisasi (kontrol eksternal)
Adalah pengendalian yang dilakukan oleh Aparat/Unit Pengendalian dari luar organisasi terhadap departemen (lembaga pemerintah lainnya) atas nama pemerintah. Selain itu pengawasan dapat pula dilakukan oleh pihak luar yang ditunjuk oleh suatu organisasi untuk minta bantuan pemeriksaan/pengendalian terhadap organisasinya. Misalnya Konsultan Pengawas, Akuntan swasta dan sebagainya.

3)      Pengendalian preventif
Pengendalian preventif adalah pengendalian yang dilakukan sebelum rencana itu dilaksanakan. Maksud pengendalian preventif adalah untuk mencegah terjadinya kekeliruan/kesalahan.

4)  Pengendalian represif
                         Pengendalian represif adalah pengendalian yang dilakukan setelah adanya pelaksanaan                                  pekerjaan. Maksud dilakukannya pengendalian represif adalah untuk menjamin                                              kelangsungan pelaksanaan pekerjaan agar hasilnya tidak menyimpang dari                                                    telah direncanakan (dalam pengendalian anggaran disebut post- audit). 
 
                         4.  Membuat strategi controlling untuk organisasi
           Jawab:
  • Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Hal ini harus secara rutin dilakukan supaya terlihat pada point mana target yang telah tercapai dan target yang belum tercapai sehingga dapat diambil langkah penyelesaian.
  • Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan. Langkah ini harus selalu dilakukan agar setiap kesalahan yang ada dapat segera diperbaiki.
  • Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis. 

B. Kekuasaan dan Pengaruh
1. Pengertian kekuasaan
    Jawab:
     Kekuasaan adalah kemampuan untuk membuat seseorang melakukan sesuatu yang diinginkan atau           menyebabkan sesuatu terjadi berdasarkan cara yang diinginkan. Inti dari kekuasaan adalah pengendalian atas orang lain.
1    2. Jelaskan sumber-sumber kekuasaan
    Jawab:
    
a.       Kekuasaan posisi (position power) 
Secara formal dibentuk berdasarkan posisi manajer dalam organisasi. Dengan mempertahankan posisi itu, beberapa wewenang pengambilan keputusan dan tanggung jawab tertentu dialihkan sehingga manajer berhak menggunakannya untuk menyelesaikan beberapa hal tertentu. 
     b.      Kekuasaan penghargaan (reward power) 
Tersedia ketika manajer memberikan penghargaan sebagai balasan untuk tindakan dan hasil-hasil yang diharapkan. 
     c.       Kekuasaan informasi (information power) 
Secara khusus dapat menjadi efektif dan berasal dari akses seorang manajer dan kendali terhadap pendistribusian informasi yang penting kepada para bawahan, yang tidak mudah diperoleh dalam organisasi. 
     d.      Kekuasaan disiplin (punitive power)  
Kekuasaan yang dilaksanakan melalui paksaan atau ketakutan akan hukuman atas kesalahan-kesalahan atau tindakan-tindakan yang tidak diinginkan oleh para bawahan manajer. 

1    3. Definisi pengaruh
    Jawab:
     Pengaruh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daya  yang ada dan timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuataan seseorang. Dari pengertian di atas  telah dikemukakan sebelumnya bahwa pengaruh adalah merupakan sesuatu daya yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain.
       Pengaruh adalah suatu keadaan ada hubungan timbal balik, atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang di pengaruhi. Dua hal ini adalah yang akan dihubungkan dan dicari apa ada hal yang menghubungkannya. Di sisi lain pengaruh adalah berupa daya yang bisa memicu sesuatu, menjadikan sesuatu berubah. Maka jika salah satu yang disebut pengaruh tersebut berubah, maka akan ada akibat yang ditimbulkannya. 


               
      4. Jelaskan pengaruh taktik dalam organisasi
    Jawab:
    Pengaruh Taktik Organisasi 
     Taktik-taktik mempengaruhi (Influence Tactics) adalah cara-cara yang biasanya digunakan oleh seseorang untuk mempen-garuhi orang lain, baik orang yang merupakan atasan, setingkat, atau bawahannya. Dengan mengetahui dan menggunakan hal ini, maka seseorang dapat mempengaruhi orang lain, dengan tidak menggunakan kekuasaan yang dimilikinya. 
         Kipnis dan Schmidt adalah peneliti yang pertama kali meneliti taktik-taktik yang biasa digunakan orang untuk mempengaruhi orang lain. (Kipnis dan Schmidt, 1982). Berbagai alat ukur telah dibuat untuk meneliti taktik mempengaruhi, dan salah satu yang terbaik adalah yang dibuat oleh Yukl dkk, yaitu yang disebut Influence Behavior Questionnaire (Yukl, Lepsinger, and Lucia, 1992). Hasil penelitian Yukl dkk, menun-jukkan ada sembilan jenis taktik yang biasa digunakan di dalam organisasi (Hugheset all, 2009), yaitu:
  • Persuasi Rasional (Rational Persuasion), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan alasan yang logis dan bukti-bukti nyata agar orang lain tertarik.

  • Daya-tarik Inspirasional (Inspirational Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau gairah pada orang lain.

  •  Konsultasi (Consultation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan melibatkan orang yang dijadikan target untuk berpartisipasi dalam pembuatan suatu rencana yang akan dilaksanakan.

  • Mengucapkan kata-kata manis (Ingratiation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kata-kata yang membahagiakan.

  • Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain atau memintanya untuk melakukan sesuatu karena merupakan teman atau karena dianggap loyal.

  • Pertukaran (Exchange), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan memberikan sesuatu keuntungan tertentu kepada orang yang dijadikan target, sebagai imbalan atas kemauannya mengikuti suatu permintaan tertentu.

  •  Koalisi (Coalitions), terjadi jika seseorang meminta bantuan dan dukungan dari orang lain untuk membujuk agar orang yang dijadikan target setuju.

  • Tekanan (Pressure), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ancaman, peringatan, atau permintaan yang berulang-ulang dalam meminta sesuatu.
  • Mengesahkan (Legitimacy), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan jabatannya, kekuasaannya, atau dengan mengatakan bahwa suatu permintaan adalah sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasi.
REFERENSI:

Boone, L.E., & Kurtz, D.L.  (2007). Pengantar bisnis: kontemporer, edisi 11. Jakarta: Salemba Empat.
 Fuad, M., H, Christin., Nurlela., Sugiarto., dll. (2006). Pengantar bisnis. Jakarta: PT. Gramedia  Pustaka Utama.  
 Stoner, J.A.F., Freeman, R.E., Gilbert Jr, D.R., (1995). Manajemen: jilid I. Jakarta: Prenhallindo.

 
Ivancevish, J.M., Konopaske, R., & Matteson, M.T. (2006). Perilaku dan manajemen organisasi. Jakarta: Erlangga.
Pearce, J.A., & Robinson, R.B. (2008). Manajemen strategis – formulasi, implementasi dan pengendalian, edisi 10 buku 1. Jakarta: Salemba Empat.