Kemajuan Teknologi
Informasi dan Komunikasi sangat berkembang pesat. Begitupun dengan Internet
atau interconnetion networking, dengan adanya internet sangat memudahkan
manusia untuk mengakses berita atau informasi dari segala penjuru dunia. Internet
mampu menyatukan yang jauh menjadi dekat seperti tidak ada jarak yang
memisahkan. Internet juga memberikan dampak positif dalam berbagai bidang.
Salah satu contohnya adalah dalam bidang ekonomi pada zaman yang sudah modern
ini kita tidak perlu lagi pergi ke mall atau pasar-pasar untuk sekadar membeli
pakaian ataupun barang-barang yang kita perlukan. Sekarang yang hanya
diperlukan adalah akses untuk membuka media-media online yang menjual barang-barang
yang kita inginkan yaitu dengan menggunakan internet. Selain dalam bidang
ekonomi, internet juga sangat berdampak dalam bidang pendidikan maupun seni dan
budaya.
Begitupun dengan bidang
psikologi, banyak jurnal-jurnal maupun web-web yang menyediakan layanan ataupun
informasi-informasi yang berkaitan dengan psikologi yang tentunya dapat
membantu para mahasiswa untuk mengetahui hal-hal unik apa saja yang ada dalam
dunia psikologi atau bagi para psikolog juga dapat mengakses berita-berita
terkini yang berkaitan dengan masalah kejiwaan manusia ini.
E-counseling contohnya,
merupakan salah satu bentuk nyata hubungan antara Teknologi Internet dan
Psikologi. Layanan ini menawarkan suatu proses psikoterapi yang menggunakan
suatu media komunikasi baru, dimana melalui media komunikasi tersebut mereka
dapat memberikan intervensi psikoterapi itulah yang disebut dengan
E-counseling atau e-mail counseling. E-mail conseling merupakan pelayanan
intervensi psikologi yang dilakukan melaui Internet, dimana proses terapi
terlebih dahulu dilakukan melaui media ini, untuk kemudian menyususn rencana
dalam melakukan intervensi psikologi secara face-to-face akan dilakukan. Fungsi
dari e-counseling adalah untuk membantu terapis dalam mengumpulkan sejumlah
data yang terkait dengan kliennya sebelum akhirnya terapis dan klien sepakat untuk
bertemu secara langsung untuk melakukan proses terapis selanjutnya. Dalam
aplikasinya, psikoterapi online menawarkan tantangan etika baru bagi mereka
para terapis yang tertarik untuk menggunakan media ini dalam memberikan
pelayanan psikologi. Perbedaan antara komunikasi berbasis teks interaktif dan
komunikasi verbal in-person menciptakan tantangan etika baru yang sebelumnya
tidak di temui dalam terapi face-to-face (secara langsung).
Bentuk lain
penggunaan Teknologi Internet dalam bidang Psikologi adalah SPSS. SPSS berguna
untuk membantu berbagai bidang ilmu agar mempermudah pengembangan ilmu
tersebut. Psikologi pun menggunakan aplikasi untuk mengolah data. Data yang
diaplikasikan pada SPSS adalah dalam bentuk data kuantitatif (bentuk angka).
Aplikasi ini sangat membantu seseorang yang sedang melakukan penelitian di
bidang Psikologi dengan metode kuantitatif. Dalam penelitian tersebut seseorang
membutuhkan subjek yang tidak sedikit, karena untuk mendapatkan hasil yang
akurat membutuhkan banyak sekali subjek sebagai respondennya. Maka, peranan
SPSS sangat dibutuhkan, data yang telah diperoleh untuk diolah bukanlah data
yang sedikit dan sangat melebihi daya tampung manusia jika pengolahan tersebut
harus dilakukan secara manual, akan terjadi kelelahan, hasil yang tidak akurat,
dan akan sangat membuang energi dalam pelaksanaanya, dengan aplikasi SPSS lah
berbagai masalah yang muncul jika di olah secara manual dapat teratasi.
Selain itu,
Internet dalam bidang Psikologi juga berdampak negatif bagi seseorang:
- Individual Space meningkat, orang lebih banyak duduk di depan komputer berinternet mereka atau orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan smartphone mereka daripada bersosialisasi dengan sekitar. Maka social space menyepit dan berkembang menjadi individual space.
- Kecemasan terhadap suatu fenomena meningkat. Karena dengan adanya Teknologi Internet itu menyebabkan suatu fenomena dapat tersebar secara cepat dan membuat seorang menjadi panik.
- Kebutuhan komersial masyarakat meningkat. Media komunikasi akan mempengaruhi minat dan persuasi pemakainya. Oleh karena itu, keadaan seperti ini dimanfaatkan oleh penyedia jasa komunikasi dan layanan komersial untuk menarik para pengguna internet.
- Kriminalitas meningkat. Media komunikasi secara maya ini banyak di salah gunakan. Banyak kejahatan menggunakan modus yang canggih ini. Banyak tayangan-tayangan TV maupun Youtube yang memperlihatkan tayangan kejahatan yang dapat ditiru oleh yang menontonnya. Ada pula modus dengan menggunakan handphone, e-mail dan sebagainya.
- Teknologi internet dapat mengurangi kreativitas. Dengan kemudahan yang diberikan oleh internet, banyak orang yang jadi malas untuk membuat ide-ide baru dan lebih memilih mencari lalu mengikuti apa yang ada tanpa disaring terlebih dahulu.
- Bocornya rahasia tentang kepribadian. Banyak web-web di internet yang menampilkan bagaimana cara kita agar lolos dari psikotest yang dijalani ketika melamar pekerjaan atau apapun. Seperti misalnya, ada bagian dari psikotest dimana kita harus menggambar sebuah pohon dan menggambar seseorang. Di internet banyak bertebaran bagaimana cara kita untuk menggambar itu semua, yang artinya orang diluar Psikologi dapat mengakses dan dapat mengetahui bagaimana gambar-gambar yang menggambarkan kepribadian seseorang. Itu berarti kalau orang itu mengikuti cara-cara yang ada di internet artinya ia telah menghilangkan kepribadiannya sendiri demi mendapatkan suatu pekerjaan. Yang harusnya ia tidak ditempatkan pada satu pekerjaan tertentu menjadi ditempatkan, dan jika tidak cocok dengan pekerjaan itu maka bisa jadi menghambat dirinya sendiri untuk berkembang.
Referensi:
http://ajengtyaa.blogspot.com/2012/11/penggunaan-teknologi-internet-dalam_26.html
